ismi2

MEDAN: Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi mengatakan masyarakat Melayu harus memiliki rasa kebanggaan terhadap puaknya. Rasa bangga itu menurutnya bisa diwujudkan dengan cara melestarikan adat resam Melayu.
Meski jumlahnya tidak besar, namun kita harus berbangga sebagai Melayu, karena bahasa yang saat ini digunakan bangsa ini adalah bahasa Melayu. Kita harus memiliki rasa bangga, karena suku Melayu bukan hanya di Indonesia saja, namun tersebar di berbagai negara di Asia bahkan hingga Afrika,” kata Erry Nuradi di hadapan para pengurus Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI), di acara Musyawarah Besar Pengurus Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (PB-ISMI) di gedung Binagraha, Jalan Diponegoro Medan, Sabtu (7/10/2017).
Kendati demikian, Tengku Erry berujar bahwa saat ini etnis Melayu juga menghadapi berbagai persoalan diantaranya masih dari sisi Sumber Daya Manusia, masih banyak yang tertinggal. Ketertinggalan dari sisi SDM, menurut Erry jangan pula ditambah dengan munculnya perpecahan. “Kita harus sadar bahwa kita masih tertinggal dari sisi SDM, apalagi kalau kita terpecah-pecah,” tutur Erry.
Untuk itu, Gubernur Erry yang menjabat sebagat Ketua Pengurus Besar ISMI periode 2012-2017 berharap ISMI bisa menjadi pemersatu warga Melayu. Terlebih lagi dalam mengahadapi agenda Pilkada pada tahun 2018, Gubsu meminta jangan sampai ada perpecahan.
Dikatakannya, kenapa hari ini amanah pimpinan diberikan kepada suku Melayu padahal merupakan suku minoritas, dimungkinkan karena Melayu dianggap bisa menjadi penyejuk bagi semua suku yang ada.
“Melayu harus bisa menjadi penyejuk suku-suku yang ada di Indonesia, khususnya Sumatera Utara. Dan ISMI harus mampu menjadi pemersatu Melayu di Sumut. Kita harus mampu berdiri untuk semua pihak. Sifat emosional, kecil hati bukan milik Melayu. Ingat pejuang bangsa Hang Jebat, Hang Lekiu, Amir Hamzah dan lain-lainnya harus menjadi teladan bagi kita semua,” imbuh Erry Nuradi.
Musyawarah Besar Pengurus Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (PB-ISMI) tersebut dihadiri Ketua Pembina PB ISMI Prof DR Datok Johar Arifin, Ketua Panitia Mubes Prof DR Ilmi Abdullah, Pangeran Bedagai Ahmad, para SKPD, mewakili universitas dan unsur Pengurus Wilayah dan Pengurus Daerah.
Johar Arifin mengatakan ISMI hadir karena sarjana Melayu merasa bertanggungjawab terhadap masa depan seluruh Melayu di tanah air. “Bagaimana mengangkat harkat dengan ilmu yang kita punya. Persatuan dan kesatuan harus terus ditingkatkan, ini diperlukan untuk bangkitnya Melayu. Jangan latah ikut perpecahan, ISMI tetap satu,” kata Johar.
Sebentar lagi pesta demokrasi, lanjutnya, semua harus bisa menahan diri dan menjaga perasaan orang lain. “Kalau punya dukungan silahkan, tapi jangan saling menyakiti. ISMI harus menjadi contoh,” katanya.
Dalam Mubes tersebut akan dipilih pengurus PB ISMI periode 2017-2022. Ilmi Abdullah menjelaskan saat ini sudah terbentuk Pengurus Wilayah ISMIdi empat wilayah yaitu Sumut, Riau, Jabodetabek dan Aceh. Sedangkan Pengurus Daerah terbentuk di 15 PD yaitu Medan, Deli Serdang, Tebing Tinggi, Batubara, Tanjungbalai, Langkat, Binjai, Tapteng, Simalungun-Siantar, Sergai, Asahan dan Tanah Karo.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen + 16 =