jawa2

ASAHAN: Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi meresmikan kantor dan koperasi DPP Paguyuban Jawa Masyarakat Asahan (PJMA) di pelataran kantor PJMA, Jalan Juanda, Simpang Gambir Baru, Kota Kisaran, Kabupaten Asahan, Minggu (31/12/2017).

Diharapkannya, paguyuban ini bisa memberikan manfaat baik untuk anggota organisasi juga untuk masyarakat Sumut. Kami menyambut baik kegiatan ini. Kegiatan ini tentu sangat baik dan semua paguyuban harus guyub dan bermanfaat bagi anggotanya. Sebab, tujuan dari organisasi ini salah satunya untuk mengayomi dan untuk mengguyub seluruh anggota PJMA baik tingkat kabupaten, kecamatan dan pelosok desa, sebut Tengku Erry.

Hadir itu, Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang yang diwakili Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Asahan Witoyo, Ketua Dewan Pembina PJMA yang juga Ketua Gerakan Asahan Sejahtera Muslim Simbolon, Ketua DPP PJMA Dermawan, pimpinan SKPD Provsu, serta para pengurus dan Ketua Etnis yang terbangun dalam Forum Komunikasi Lintas Adat, serta para sesepuh.

Dalam kesempatan itu, Erry mengatakan, salah satu upaya yang bisa memberikan manfaat yakni dengan membuat kegiatan budaya, maupun ekonomi salah satunya dengan mendirikan koperasi. Pendirian koperasi ini juga sangat baik sekali, karena koperasi merupakan soko guru perekonomian Indonesia. Semoga apa yang menjadi cita-cita PJMA ini dapat terlaksana dengan baik. Tapi kita berharap hal ini tidak hanya dilakukan pengurus tapi harus didukung anggotanya, ujar Erry serta mencontohkan beberapa paguyuban etnis lainnya telah melakukan hal yang bermanfaat seperti Gebu Minang yang dilakukan setiap Jumat dengan anggotanya menyumbang Rp1.000, ternyata banyak bisa dibangun fasilitas untuk masyarakat.

Selain itu, hal yang sama juga dilakukan paguyuban Pujakesuma di Padang Sidempuan. Tentunya hal ini berasal dari anggota dan untuk anggota. Kita harapkan PJMA ini dapat melakukan hal yang sama, kalau kita rasakan cinta paguyuban kita tidak akan terasa berat kalau kita saling bahu membahu, kata Erry.

Dalam kesempatan itu, Erry juga mengatakan, jalan dimana kegiatan ini dilangsungkan merupakan jalan provinsi karena telah diserahkan oleh kabupaten kepada Provinsi untuk ditindaklanjuti. Kami berkomitmen jalan provinsi yang ada di Asahan ini akan terus kita tuntaskan hingga semuanya mulus. Yang penting dibutuhkan waktu untuk itu. Sebab jalan provinsi keseluruhan ada 3.50 km, 84 persen dalam keadaan baik dan dalam APBD 2018 kita upayakan untuk menjadikan kondisi baik hingga 88 persen. Sementara sisa 12 persennya, akan kita lakukan secara bertahap dan tuntaskan dalam lima tahun ke depannya yakni 2018-2023, papar Erry.

Ketua Dewan Pembina DPP PJMA Muslim Simbolon, mengatakan saat ini masyarakat Asahan ada sebanyak 726 ribu. Dari angka tersebut 59,9 persen adalah masyarakat Jawa yakni sebanyak 426 ribu, selebihnya masyarkat Batak dan Melayu serta etnis lainnya.

Asahan ini dominan masyarakat Jawa yang pada prinsipnya masyarakat Jawa di sini masih sulit menggunakan Bahasa Indonesia, karena dulu mengikuti transmigrasi dan tumbuh kembang di sini. Oleh karena itulah, tujuan kami mendirikan organisasi ini sebagai wadah masyarakat Jawa untuk mendapatkan hidup dalam berbangsa, ujar anggota DPRD Sumut ini sembari mengharapkan perhatian Gubsu, mengingat masyarakat Jawa di Asahan juga sebagian besar secara perekonomian tergolong masyarakat menengah ke bawah.

Sementara itu, Ketua DPP PJMA, Dermawan mengapresiasi kehadiran Gubsu. Diharapkannya dengan diresmikannya kantor PJMA ini bisa memberikan berkah dan bermanfaat untuk masyarakat PJMA dan masyarakat Asahan khususnya.

PJMA ini sudah dibentuk di 24 kecamatan dari 25 kecamatan yang ada. Selain itu juga sudah terbentuk di 154 desa dan kelurahan dari 204 desa dan kelurahan, dengan jumlah pengurus keseluruhannya saat ini 2143 orang, kata Dermawan.

Dikatakan Dermawan, jika orang Jawa membentuk organisasi itu tentunya sudah biasa, namun PJMA ini dinilai luar biasa karena yang membinani terbentuknya adalah tokoh Batak yakni, Muslim Simbolon. Oleh karena kepeduliannya terhadap etnis Jawa, beliau didaulat sebagai Dewan Pembina PJMA. Paguyuban ini kami bentuk tujuannya untuk mempersatukan, melestarikan budaya sehingga berbagai kegiatan telah kami lakukan mulai dari pengajian, sarasehan, arisan, gotong-royong hingga pertunjukkan kesenian, ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twenty + nineteen =