06ppp

SERDANG BEDAGAI: Tengku Erry Nuradi memaparkan keberhasilan yang telah dicapai dan rencana program bila kelak memimpin kembali Sumatera Utara di hadapan pengurus DPP, DPW, DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada acara Latihan Kepemimpinan Kader Madya Angkatan II dan Rapimwil Khusus Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Sumatera Utara Tahun 2018 di Theme Park, Pantai Cermin, Serdang Bedagai, Sabtu (26/08/2017).
Dihadapan Ketua OKK DPP PPP Muhammad Qoyyum Aljabbar, Ketua DPW PPP Sumut Yuhlizar Parlagutan Lubis, para pengurus DPW PPP Sumut, Ketua dan Sekretaris DPC PPP se-Sumut dan para anggota DPRD asal PPP se-Sumut, Tengku Erry memaparkan berbagai keberhasilan yang sudah dicapai Sumatera Utara di berbagai bidang yaitu pendidikan, infrastruktur, pertanian dan kesehatan.
Tengku Erry memaparkan, saat ini panjang jalan di Sumut mencapai lebih dari 3.000 km , dimana 30 persen diantaranya dalam kondisi yang belum baik. Setelah revisi RPJMD dan disetujui DPRD Sumut belum lama ini, lanjutnya, target jalan mantap provinsi dari 95% berkurang menjadi 88%. Di periode ke depan, 2018-2023, Erry menargetkan jalan mantap bukan lagi 88% tapi harus mencapai 100%.
Kami perlu sampaikan, banyak yang belum paham, pembagian tugas penanganan jalan raya. Di Kota Medan hanya ada enam ruas jalan yang menjadi tanggungjawab provinsi, tapi kita sering mendapat keluhan soal jalan yang buruk, kata Erry.
Demikian juga di bidang lain, yaitu irigasi yang 87% kondisinya saat ini sudah mantap. Jika memimpin kembali Sumut ke depan, Erry menargetkan 2018-2023 irigasi yang menjadi tupoksi Pemprovsu (yaitu dengan luas hamparan 1.000-3.000 ha) 100% berada dalam kondisi mantap .
Demikian juga di bidang lain, khusus bidang pertanian, kami bersyukur dalam sejarah Sumut, produksi beras yang terbesar dalam sejarah di capai tahun lalu. Ini terus akan ditingkatkan. Pemprov Sumut sudah keluaran Perda larangan alih fungsi lahan. Untuk desa yang berhasil pertahankan lahan akan mendapat insentif senilai Rp50 juta, jelas Erry.
Khusus di bidang pendidikan, sejak UU Pemda no.23 diberlakukan secara efektif 1 Januari, maka pendidikan dibagi tiga tingkatan yang menjadi tanggungjawab Pemkab, Pemprov dan Pusat.
Pemprov terus mendorong agar pendidikan terus maju. Berharap pendidikan di bidang sekolah menengah tingkat atas (SMA/SMK) bisa lebih baik, dengan gunakan sistem Informasi Teknologi (IT), ujar Erry.
Demikian juga proglam lain, perbaikan ruang sekolah maupun pembangunan gedung baru. Dulu ketika bupati, saya bangun SMA di setiap kecamatan, pada tahun 2005 hanya ada 7 SMAN, dan tahun 2013 setelah 8 tahun, kami bangun 400% lebih banyak, menjadi 28 SMA Negeri, jelas Erry.
Karenanya, jika kelak mendapat kesempatan kembali memimpin Sumut, Erry menargetkan setiap kecamatan yang jumlahnya 437, harus memiliki 1 SMA Negeri dan 1 SMK Negeri. Apabila jumlah penduduk di kecamatan tersebut padat, maka jumlahnya bisa lebih dari satu. Saat ini jumlah SMA dan SMK Negeri hanya 700 yang berada sebagian besar di ibu kota kabupaten/kota.
Selain itu, pihaknya juga memperhatikan pembangunan pendidikan keagamaan. Pemprov sudah menganggarkan bantuan kepada pesantren, pada APBD tahun 2017 senilai Rp100 miliar, dan ditamah pada P-APBD menjadi total Rp167 miliar. Masing-masing pesantren di Sumut mendapatkan Rp50 juta merupakan bentuk perhatian pemerintah.
Di bidang kesehatan, Pemprovsu beri perhatian kepada masyarakat miskin dengan alokasi hampir Rp100 miliar membayar iuran BPJS kesehatan bagi sekitar 300 ribu masyarakat miskin di Sumut, tutur Erry.
Dalam kesempatan itu, Ketua DPW PPP Sumut Yulizar Parlagutan menjelaskan pihaknya mengundang 7 bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sumut yang mendaftar ke PPP Sumut adalam acara tersebut. Nantinya seleuruh DPC akan memberikan rekomendasi ke DPW dan selanjutnya DPW menyampaikan usulan nama-nama bakal calon Gubsu/Wagubsu ke DPP.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × 4 =