murilagi6

MEDAN: Provinsi Sumatera Utara telah memecahkan tiga rekor MURI dalam aksi 10 ribu lebih masyarakat yang menulis pantun terbanyak, pembuatan alat peraga big book terbanyak dan swa foto terbanyak bersama Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi.

Aksi yang merupakan upaya penguatan Sumut sebagai provinsi literasi ini digelar di gedung Serbaguna Provsu, Jalan Willem Iskandar, Pancing, Medan, Rabu (13/12/2017).

Senior Manager MURI Indonesia, Jusuf Ngadri yang menyerahkan sertifikat MURI kepada Gubsu Tengku Erry Nuradi mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan gerakan literasi di Sumut. Berdasarkan laporan tim MURI, lanjut Jusuf, Sumut telah memecahkan rekor MURI untuk menulis pantun dan pembuatan alat peraga big book yang dilakukan sebanyak 25.345 orang.

Sementara untuk swa foto terbanyak dengan Gubsu, ini sangat luar biasa. Setelah kita lakukan penghitungan langsung, swa foto ini dilakukan oleh sebanyak 15.578 siswa bersama Tengku Erry, kata Jusuf.

Dalam kesempatan itu, Tengku Erry Nuradi mengatakan, beberapa waktu yang lalu, Sumut telah dideklarasikan sebagai provinsi literasi. Tentunya, ini harus ada tindaklanjut apa yang dilakukan. Beberapa waktu lalu telah dipecahkan rekor MURI dalam hal pembuatan big book yang digelar di kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Provsu dan hari ini Sumut memecahkan tiga rekor MURI sekaligus dan ini menjadi kebanggaan kita.

Dari lima provinsi yang telah dideklarasikan sebagai provinsi linterasi ternyata Sumut yang memiliki kegiatan yang optimal dan terbaik di Indonesia. Di sini bisa kita lihat, sekitar 25 ribu masyarakat yang ikut memecahkan rekor MURI. Tadi saya mutar (keliling) untuk swa foto bersama siswa siswi yang berasal dari 80 SMA/SMK di 4 kabupaten, itu hampir dua jam. Begitu antusias pelajar kita, ini tentunya berkat guru, kepala sekolah, dinas, pemerhati pendidikan dan penggiat literasi. Terpenting, kegiatan ini juga dilakukan tanpa APBD, papar Erry sembari mengatakan rekor MURI yang diraih ini menjadi semangat bagi provinsi Sumut menjadi provinsi literasi.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Forum Masyarakat Literasi Sumut, Hasban Ritonga, unsur Forkopimda Sumut, Kadis Pendidikan Sumut Arsyad Lubis, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provsu, Ferlin Nainggolan, sejumlah pimpinan SKPD Provsu, penggiat literasi, Kepala Sekolah dan siswa siswi dari 4 kabupaten/kota di Sumut yakni Medan, Deliserdang, Serdang Bedagai dan Tebing Tinggi.

Dalam aksi tersebut, antusiasme siswa-siswi yang melakukan swa foto dengan Gubsu Erry sangat luar biasa. Masing-masing siswa terlihat berupaya mengeluarkan ponselnya untuk mengabadikan foto bersama Gubsu, bahkan banyak diantaranya yang membawa tongsis agar foto yang dihasilkan dapat maksimal. Selain itu, tak hanya siswa siswi, para kepala sekolah dan guru pendamping juga tak ingin ketinggalan untuk berfoto bersama orang nomor satu di Sumut tersebut. Selain berfoto mereka juga meneriakkan Sumut Paten sambil mengacungkan jempolnya.

Di tempat yang sama, Ketua Forum Gerakan Literasi Sumut, Hasban Ritonga mengatakan, kita patut berbangga karena di Indonesia baru 5 provinsi yang mendeklarasikan sebagai provinsi literasi, salah satunya adalah Sumut.Sumut sebagai provinsi literasi sudah dideklarasikan sejak tanggal 20 Mei yang lalu. Dan saat ini sudah terbentuk Forum Gerakan Literasi di 10 kabupaten/kota di Sumut, kata Hasban.

Saat ini, lanjut Hasban gerakan literasi di kalangan masyarakat bersama pemerintah sudah bergandengan tangan untuk menumbuh kembangkan literasi dengan mengkoordinir perpustakaan yang ada di Lembaga pemerintahan dan swasta. Mendorong pembelian buku yang disumbangkan ke pustaka sekolah, perguruan tinggi, pustaka desa, di kabupaten kota dan pustaka perkantoran layanan masyarakat seperti beberapa pustaka di Polsekta.

Kalau kita lihat saat ini masyarakat juga sudah memiliki wadah untuk bergerak dan bersinergi untuk menggerakkan literasi, berarti sosialisasi ini sudah membahana hingga ke desa. Saat ini masyarakat sudah mengerti salam literasi. Inilah yang membuat kita bahagia karena Sumut mendapatkan dukungan masyarakat dan pemerintah untuk mendukung gerakan literasi, bahkan pemerintah pusat sudah mengatakan kalau gerakan literasi Sumut paling maju diantara provinsi lainnya, terang Hasban.

Untuk itulah, lanjut Hasban, Forum Masyarakat Literasi Sumut menganugerahi Gubsu sebagai bapak penggerak literasi. Sebab, Gubsu Erry dinilai telah memberikan tindaklanjut yang cepat untuk membangun gerakan literasi di Sumut, baik upaya pembinaan dan gerakan yang dilakukan masyarakat maupun upaya yang dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumut.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumut, Ferlin Nainggolan mengatakan, kegiatan ini merupakan tindaklanjut penetapan Sumut sebagai provinsi literasi. Tujuan digelarnya kegiatan ini untuk memperluas kampanye dan gerakan literasi di Sumut. Selain itu, untuk menumbuhkembangkan peran serta dan partisipasi masyarkat untuk mengikuti gerakan literasi yang telah dicanangkan oleh Gubsu.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × four =