petani-1

MEDAN: Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memiliki potensi yang cukup besar dalam bidang pertanian tanaman pangan dan hortikulultura. Berdasarkan data statistik Tahun 2016 kontribusi produk domestik Regional Bruto (PDRB) Sumatera Utara Bidang Pertanian, Kehutanan dan Perikanan berkontribusi sebesar 21,65 persen. Dari jumlah tersebut sebesar Sektor Tanaman Pangan dan Hortikultura berkontribusi sebesar 6,16 persen.

“Potensi lahan pertanian tanaman pangan di Sumut cukup luas. Lahan sawah saja seluas 433 ribu hektar dan lahan kering yang bisa diolah mencapai 1,2 juta hektar lebih. Ini harus kita jaga dan kelola dengan baik jangan sampai terjadinya alih fungsi lahan pertanian menjadi non pertanian,” sebut Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi saat membuka Sosialisasi Petani Penerima Bantuan Tanaman Hortikultura se Kabupaten Kota di Sumatera Utara di Hotel Soechi Medan, Rabu (13/12/2017).

Dikatakan Erry, potensi komoditi tanaman pangan seperti padi, jagung, kedelai akan terus dikembangkan termasuk tanaman hortikultura seperti aneka cabai, bawang merah dan buah-buahan di dataran tinggi dan rendah.

Namun saat ini lanjut Erry Sumut memiliki isu strategis pembangunan pertanian yang harus segera diminimalisir yakni masih kecilnya kepemilikan lahan sekitar 0,2-0,5 hektar per KK, masih terjadinya alih fungsi lahan pertanian, kemapuan petani dalam memanfaatkan teknologi pertanian dibeberapa daerah masih rendah, dan kecenderungan masyarakat masih mengkonsumsi buah-buahan impor karena kualitas produk lokal dianggap dibawah standar. Isu strategis lainnya, masih rendahnya penggunaan bibit atau benih unggul bersertifikat sehingga produktifitas dan kualitas tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Selain isu strategis tersebut, saat ini lanjut Erry pembangunan pertanian tanaman pangan dan hortikultura Sumut juga masih dihadapkan dengan masalah kenaikan produksi tidak seimbang dengan pertambahan jumlah penduduk dan distribusi pangan yang belum merata, konsumsi beras yang masih tinggi mencapai 126,7 Kg perorang pertahun.

Selain itu permintaan produk hortikultura yang terus meningkat harus dimbangi dengan penyediaan yang cukup dan terjaga. “Oleh karena itu isu-isu strategis tadi perlu dikaji dan dibahas agar dapat diminimalisir,”ujar Erry lagi.

Sejalan dengan itu berbagai upaya harus terus dilakukan untuk meningkatkan hasil pertanian dengan penambahan luas area tanam. Dalam rangka menghadapi pasar global terutama di Asia Tenggara, Erry kembali mengingatkan agar terus meningkatkan mutu dan kualitas yang dimulai dengan bibit atau benih yang bersertifikat serta bebih yang diberikan.

Petani juga diharpkan menerapkan good agri culture pratice atau memeliki standart operasional prosedur. Selain itu terus menumbuh kembangkan centra produksi hortikultura yang berbasis organik yang aman dikonsumsi dan ramah lingkungan.

“Yang keempat setiap daerah diharapkan menumbuhkan classter kawasan hortikultura yang berdaya saing dan berorientasi ekspor. Kelima segala usaha pengembangan hortikultura harus mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan seluruh petani menanam dan memelihara bibit yang diberikan dengan baik dapat berhasil meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani itu sendiri. Dan terakhir kepada pemerintah Kabupaten Kota diharapkan dapat bersinerji dalam melaksanakan upaya peningkatan hortikultura kita,” ucap Erry.

Sementara Kadis Tanaman Pangan dan Hortikulura M Azhar Harahap mengatakan sesuai dengan tema, kegiatan ini menjadikan petani hortikultura maju dan sejahtera menuju Sumut Paten digelar selama dua hari hingga Kamis (14/12/2017) dan diikuti 200 peserta dari 20 Kabupaten Kota di Sumut. Melalui kegiatan tersebut Azhar berharap kemampuan dan keterampilan dan peningkatan kualitas mutu hasil pertanian dapat tercapai dengan lebih baik.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus berupaya terus mendorong peningkatan pertanian tanaman pangan dan hortikultura. Dalam rangka peningkatan tanaman pangan menyalurkan benih yang tersebar di kabupaten kota se-Sumatera Utara seperti pengembangan hortikultura cabai, bawang merah, mangga, jeruk, dan Salak dan memberikan Alat Mesin Pertanian (Alsintan). Kita harapkan bantuan-bantuan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan petani di Sumut. Tentunya dengan besarnya bantuan-bantuan yang diberikan Pemprovsu kita mengharpkan dukungan agar pembangunan ini dapat terus dilanjutkan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 − twelve =